al aziz

Your description goes here

  • RSS
  • Delicious
  • Facebook
  • Twitter

Popular Posts

Hello world!
Righteous Kill
Quisque sed felis

About Me

Popular Posts

Thumbnail Recent Post

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...


Bila terjadi kematian, keluarga akan melaksanakan beberapa adat sebagai penghormatan terakhir pada si mati sebelum jenazah di bakar atau di kebumikan.

·         Bila seorang individu meninggal, keluarganya atau waris terdekat harus mendapatkan Sertifikat Kematian dan ijin untuk melangsungkan upacara pembakaran mayat.

·         Setelah mendapat ijin, anggota keluarga atau ahli waris menghubungi perusahaan yang menyediakan layanan manajemen upacara kematian untuk menentukan waktu dan tempat jenazah dapat dibakar. Selain itu, kendaraan untuk membawa keranda ke tempat pembakaran juga harus dipesan.

·         Di rumah, beberapa persiapan perlu dilakukan untuk menjalankan upacara kematian. Hanya anak lelaki, (anak sulung jika ibu yang meninggal dan anak bungsu jika ayah meninggal) atau saudara lelaki terdekat dengan si mati akan melangsungkan adat-adat tersebut.

·         Jenazah akan diletakkan diruang tamu dengan kepala jenazah menghadap kearah selatan, ibu jari kedua kaki diikat bersama dan kedua tangan diletakkan diatas dada dengan ibu jari kedua tangan diikat bersama. Jenazah ditutup sampai ke tingkat leher dengan kain putih untuk pria atau janda atau kain berwarna jingga, kuning atau merah untuk wanita yang menikah atau bujang.

·         Sebelum jenazah dimandikan, keluarga dekat akan meminyaki dan bubuk "seeka" pada dahi jenazah. Hanya kaum lelaki akan memandikan jenazah jika simati adalah pria dan begitu juga jika simati adalah seorang wanita.

·         Setelah dimandikan, jenazah akan dipakaikan pakaian kegemaraanya atau pakaian yang digunakan saat pernikahan.

·         Jenazah kemudian akan dimasukkan dalam peti dan di letakkan di anjungan rumah dengan kaki simati menuju pintu masuk rumah.

·         Anggota keluarga dan teman akan memberi penghormatan terakhir dengan mendendangkan lagu-lagu shalat, meletakkan beras dan uang dekat dengan mulut jenazah dan berjalan keliling peti sebanyak 3 kali. Ketika ini, cucu-cucu simati akan berdiri di keliling peti dengan memegang pandam, yaitu batang pisang yang diikat dengan kain yang direndam dalam minyak sapi dan menyala.

·         Keranda kemudian diarak keluar dan di masukkan kedalam kendaraan khusus untuk jenazah dengan diiringi anak lelaki atau waris yang akan melangsungkan upacara pembakaran dan kaum pria sahaja.Kaum wanita tidak diperbolehkan ke tempat pembakaran mayat.

·         Di tempat pembakaran, pertama, orang yang membantu dalam upacara kematian akan berjalan mengelilingi keranda sebanyak 3 kali dimulai dari kaki jenazah diikuti dengan anggota keluarga pria yang akan mengelilingi keranda hanya sekali.


·         Bacaan doa akan dilakukan dan berikutnya, anak lelaki atau waris akan mengangkut sebuah pasu tembikat berisi air di bahu kirinya dan berjalan mengelilingi keranda sebanyak 3 kali. Diakhir setiap putaran, waris terdekat akan membuat satu lubang di pot dan di putaran akhir belanga itu dijatuhkan ke tanah. Setelah itu, jenazah akan dibakar oleh anak lelaki atau waris.

·         Di rumah, kaum wanita akan membersihkan rumah dan segala peralatan yang digunakan untuk upacara kematian akan dibuang.

·         Keesokan hari, anak lelaki atau waris dan beberapa orang yang terlibat dengan upacara pembakaran akan mengumpulkan abu dan tulang jenazah dan membawanya ke laut atau sungai dan dikocakkan dalam air.

·         Setelah itu, pada hari ke 10, 12, 16 atau 31, anak lelaki akan ke kuil dan sembahyang.

·         Masa berkabung adalah selama setahun dan orang yang melakukan upacara pembakaran tidak akan ke luar negeri, shalat di kuil atau menyambut apapun perayaan.

Leave a Reply